Istri merupakan pendampin hidup bagi semua kalangan suami yang ada di dunia tapi untuk para pemuda atau lelaki yang khususnya beragama islam akan di anjurkan menurut beberapa hadist dari para sahabat, kita di anjurkan supaya kita tidak merasa rugi di ahkir karena sifat sang istri yang tidak baik atau kurang membuat kita bahagia jadi sebelum terlambat alangkah baiknya kita meneladani hadist hadist sebagai suatu pelajaran agar kita dapat menjadi keluarga yang sempurna di mata Allah SWT dan di keluarga kita juga. Langsung saja kita lihat hadist hadist tersebut ...
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: تُنْكَحُ اْلمَرْأَةُ
ِلاَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَ لِحَسَبِهَا وَ لِجَمَالِهَا وَ لِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ
لِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. الجماعة الا الترمذى
Dari
Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat hal :
karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang beragama, (jika tidak) maka celakalah kamu”.
[HR. Jamaah kecuali Tirmidzi]
عَنْ جَابِرٍ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: اِنَّ اْلمَرْاَةَ تُنْكَحُ
عَلَى دِيْنِهَا وَ مَالِهَا وَ جَمَالِهَا فَعَلَيْكَ بِذَاتِ الدِّيْنَ تَرِبَتْ
يَداَكَ. مسلم و الترمذى و صححه
Dan
dari Jabir RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya wanita itu dinikahi karena agamanya, hartanya dan kecantikannya. Maka hendaklah engkau (memilih) wanita yang beragama, (jika tidak) celakalah kamu”.
[HR. Muslim dan Tirmidzi. Tirmidzi mengesahkannya]
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَأْمُرُ بِاْلبَاءَةِ وَ يَنْهَى
عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَ يَقُوْلُ: تَزَوَّجُوا اْلوَدُوْدَ
اْلوَلُوْدَ فَاِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلاَنْبِيَاءَ يَوْمَ
اْلقِيَامَةِ. احمد
Dari
Anas, bahwa sesungguhnya Nabi SAW memerintahkan menikah dan melarang membujang dengan larangan yang keras, dan beliau pun bersabda, “Nikahilah wanita yang penyayang lagi yang bisa memberi keturunan yang banyak, karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian di hadapan Nabi-nabi pada hari qiyamat”.
[HR. Ahmad]
عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ اِلَى النَّبِيِّ ص
فَقَالَ: اِنِّى اَصَبْتُ امْرَأَةً ذَاتَ حَسَبٍ وَ جَمَالٍ وَ اِنَّهَا لاَ
تَلِدُ، فَاَتَزَوَّجُهَا؟ قَالَ: لاَ. ثُمَّ اَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ،
ثُمَّ اَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ: تَزَوَّجُوا اْلوَدُوْدَ اْلوَلُوْدَ،
فَاِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمْ اْلاُمَمَ. ابو داود و النسائى
Dari
Ma’qil bin Yasar, ia berkata : Seorang laki-laki menghadap Nabi SAW lalu ia bertanya, “Sesungguhnya aku telah jatuh cinta kepada seorang perempuan bangsawan lagipula cantik, tetapi ia mandul, apakah aku boleh mengawininya ?”. Beliau bersabda, “Jangan”. Kemudian laki-laki itu datang lagi kedua kalinya, tetapi Nabi SAW tetap melarangnya. Kemudian ia datang lagi ketiga kalinya, lalu beliau bersabda, “Kawinilah wanita yang penyayang dan bisa memberi keturunan yang banyak, karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari ummat-ummat
lain”.
[HR. Abu Dawud dan Nasai]
عَنْ جَابِرٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ لَهُ: يَا جَابِرُ تَزَوَّجْتَ
بِكْرًا اَمْ ثَيِّبًا؟ قَالَ: ثَيِّبًا. فَقَالَ: هَلاً تَزَوَّجْتَ بِكْرًا
تُلاَعِبُهَا وَ تُلاَعِبُكَ؟ الجماعة
Dari
Jabir, bahwa sesungguhnya Nabi SAW pernah bersabda kepadanya, “Hai Jabir, kamu mengawini seorang gadis atau janda ?”.
Jabir menjawab, “Janda”. Lalu Nabi SAW bersabda, “Mengapa kamu tidak mengawini gadis saja, sehingga kamu dapat bercanda dengannya dan diapun dapat bercanda denganmu
?”.
[HR. Jamaah]
Semoga kalian semua dapat meneladani hadist hadist berikut supaya kita tidak merasa rugi akan ke indahan sebuah keluarga yang sakinah mawadah warahmah, semoga kita akan mendapatkan istri yang sesuai dengan harapan kita untuk menjadi suatu keluarga yang sempurna ... Aminn ..
Semoga kalian semua dapat meneladani hadist hadist berikut supaya kita tidak merasa rugi akan ke indahan sebuah keluarga yang sakinah mawadah warahmah, semoga kita akan mendapatkan istri yang sesuai dengan harapan kita untuk menjadi suatu keluarga yang sempurna ... Aminn ..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar